article

bahaya kaya bahaya

bahaya kaya bahaya

Jul 11, 2023

433

apakah kaya sebuah tujuan, bekal perjalanan atau perjalanan itu sendiri

images

K…A…Y…A,

Satu kata terdiri dari empat huruf. Pernahkah kita berpikir apakah sudah tepat kita bermimpi kaya? Atau kaya sebenarnya adalah tujuan sementara sebelum mencapai garis finis?

Seiring dengan perkembangan jaman, hal paling mendasar yang dimiliki oleh manusia, telah mengalami pergeseran. Mimpi dan keinginan adalah salah satu hal mendasar yang dimiliki oleh manusia yang mengakibatkan mereka untuk bergerak dan berupaya. Sifat tersebut dimungkinkan karena manusia memiliki akal, hal yang membedakan dengan makhluk hidup lainnya.

Dahulu, manusia bermimpi untuk menjadi sesuatu yang dikonotasikan dalam profesi, misalnya polisi, pilot, dokter dan hal lainnya. Mimpi tersebut, setidaknya masih dapat ditemukan pada jaman ini, disuarakan oleh anak-anak pada tingkat pendidikan pemula dan dasar. Profesi-profesi tersebut ditempatkan dalam posisi terhormat dan puncak dari mimpi-mimpi Sebagian besar orang. Pada jaman dahulu, variasi profesi masih terbatas dan mudah diidentifikasikan. Atas dasar tersebut, kebanyakan mimpi orang seragam. Hal tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Meskipun memang tidak dapat dipungkiri, telah terdapat pergeseran mimpi dari penjelajah pada masa-masa awal peradaban, menjadi penemu pada masa kebangkitan pengetahuan dan semakin beragam akhir-akhir ini.

Dunia teknologi dan komunikasi telah berevolusi dengan begitu cepat dan menyebabkan terjadinya pergeseran peradaban yang sangat berbeda. Evolusi tersebut juga mengakibatkan munculnya media sosial, mesin pembangun sekaligus penghancur komunitas. Hal mengenai komunitas dan korelasinya dengan media sosial mungkin telah disampaikan pada artikel sebelumnya, dan akan dipotret lebih dalam kemudian hari.

Saat ini, dengan kemajuan pengetahuan, teknologi dan komunikasi, jenis profesi menjadi semakin beragam. Sebut saja Influencer, Key Opinion Leader, Affiliator dan lain-lain adalah jenis pekerjaan yang tidak mungkin dipikirkan ada pada jaman dahulu. Bahwa media sosial meningkatkan awareness atas jenis pekerjaan tersebut dengan kelebihan dan keuntungan yang didapatkan. Hal inilah yang menudian meninmbulkan permasalahan.

Kaya, kini tidak lagi sesuai dengan konteks yang dibayangkan pada masa dahulu. Kaya, telah bertransformasi menjadi posisi yang berakibat pada legitimasi atas kekuasaan dan kedudukan diantara masyarakat. Dahulu, kaya “hanya sekedar” kaya. Ia adalah mimpi yang diupayakan melaluui serangkaian proses, biasanya panjang dan memerlukan ketekunan dan ketabahan bertahan dalam menghadapi ujian. Kaya hari ini, didefinisikan dan diidentifikasikan melampaui batas-batas yang dikenal pada jaman dahulu. Kaya sebagai mimpi di dunia saat ini adalah segala-galanya.

Pada tahun ’90-an kekayaan hanya dapat diukur dengan kata “jutawan”, kini ia bertransformasi menjadi miliarder, multi miliarder, triliuner dan bahkan muncul istilah crazy rich (diskusi mengenai hal ini sudah pernah dimuat pada artikel sebelumnya). Dahulu kita sangat familiar dengan hanya segelintir nama yang ditahbiskan sebagai jutawan. Sebut saja Bill Gates, Warren Buffet, Richard Branson, Donald Trump, dan beberapa lainnya pada kancah internasional. Di Indonesia, para “old money” setidaknya terdiri dari Robert dan Michael Hartono, Eka Tjipta Widjaja, Ciputra, Mochtar Riady, Sudono Salimdan beberapa nama lainnya. Pada saat ini sebagian besar dari nama-nama tersebut masih bertengger pada peringkat 10 orang terkaya dunia dan atau Indonesia, diikuti pendatang-pendatang baru silih berganti. Bahkan beberapa majalah ternama dunia “rajin” mengeluarkan daftar “orang terkaya” setiap tahunnya, yang dapat dimonitor posisinya secara real time, setidaknya pada akhir bulan. Saat ini nama-nama seperti Mark Zuckerbeg, Elon Musk, Sergey Brin pada tingkat internasional, serta beberapa nama jutawan baru Indonesia menjadi role model bagi sebagian besar kalangan muda saat ini, pun karena sebagian nama-nama baru tersebut berasal dari kalangan muda.

Kaya menjadi masalah…

Terdapat beberapa alasan mengapa setiap orang perlu dan butuh menjadi kaya, setidaknya dapat dijelaskan sebagai berikut: Bahwa kaya adalah untuk mempunyai keamanan finansial. Tidak dapat dipungkiri, uang dapat memberikan kedamaian pikiran, bahwa dengan memiliki uang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan mendasar bagi seseorang untuk hidup. Hal ini dapat memberikan kelegaan bagi kita untuk fokus pada hal lain. Melalui kaya maka kita juga memiliki banyak pilihan, pilihan-pilihan yang tidak dibatasi oleh kemampuan untuk mendapatkannya. Dengan memiliki uang, kita dengan mudah dapat menentukan lingkungan seperti apa untuk kita tumbuh, belajar dan berkembang bahkan keberanian mengambil resiko menjadi lebih baik. Memiliki banyak pilihan dapat didekatkan dengan situasi kebebasan, satu keuntungan lain dari memiliki uang.

 Hal lain yang terkadang dilupakan adalah bahwa dengan kaya kita dapat mencapai tujuan kita. Apapun cita-cita dan tujuan kita, memerlukan bahan bakar yang salah satunya adalah uang. Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini kita perlu uang sebagai alat tukar. Uang pun sebenarnya adalah alat tukar waktu. Penghasilan yang kita dapat dari profesi maupun aktivitas apapun yang dilakukan adalah untuk membayar waktu, adalah untuk menukar waktu yang terbuang demi aktivitas tersebut.

Atas dasar tersebut, bukankah bahwa kaya adalah memiliki lebih banyak uang agar kita mempunyai lebih banyak pilihan dan kebebasan untuk menentukan dan mencapai tujuan kita. Maka, Kaya bukan lagi sebuah tujuan tunggal. Saat ini, dengan perkembangan media sosial, terlebih yang disampaikan dalam video format singkat, menimbulkan kesalahan penafsiran. Bahwa apa yang dicitrakan dalam video terebut adalah keadaan ideal bagi semua orang, adalah satu-satunya hal benar yang harus dilakukan dan diperjuangkan, menjadi kaya. Dan sayangnya diartikan bahwa pencapaian tersebut dapat diperoleh secara instan. Sebuah kesalahan. Banyak yang sudah membuktikan.

Dalam pemahaman saya, kaya bukanlah tujuan. Perjalanan hidup dapat dipetakan dalam pola yang terdiri dari: prasyarat, kondisi, dan berakhir dengan akhir perjalanan. Yang dapat dikategorikan dalam prasyarat adalah kemampuan dan kemauan. Kemampuan diidentifikasikan sebagai modal dasar kita sebagai manusia, setidaknya hampir setiap orang memiliki kemampuan yang sama, yaitu hidup dan bertahan. Sedangkan kemauan dapat diidentifikasikan sebagai pemacu seseorang untuk bergerak. Pemacunya barangkali akan bervariasi, kondisinya juga kemungkinan juga berbeda. Ada jenis manusia yang bahkan tidak terpacu untuk bergerak. Hal ini deadlock, susah. Kemauan untuk belajar, sudah cukup menjadi pemicu.

Kaya adalah suatu kondisi setelah seseorang mengidentifikasi prasyarat dan mampu mengelola prasyarat menjadi keuntungan dan keunggulan. Maka kaya bukanlah sebuah tujuan, bukan pula akhir perjalanan. Karena dengan kaya, biasanya akan ada goal-goal selanjutnya. Hal ini dimungkinkan karena dengan kaya, lagi-lagi kita memiliki kebebasan dan pilihan yang tidak terbatas.

Tujuan adalah mimpi akhir perjalanan. Dunia dengan dinamika dan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, termasuk didalamnya media sosial, telah menciptakan pembiasan arah dan tujuan. Dunia serba instan seperti yang ditunjukkan (disajikan) dalam media sosial saat ini, mendadak menjadi tempat tinggal bagi mimpi semua orang. Main kita kurang jauh, menyelam kita kurang dalam. Tujuan tidak harus sama, kebahagiaan dan kepuasan setiap orang juga berbeda. Setidaknya keinginan untuk memiliki uang lebih adalah keinginan hampir setiap orang. Keinginan ini bukan tujuan. Maka kita perlu membedah dan berkontemplasi, apa sebenarnya tujuan kita. Tidak ada yang salah dengan apapun hasilnya. Yang salah adalah menyandarkan mimpi dan tujuan kita dengan ekspektasi orang lain untuk mudah menyalahkan orang lain apabila tidak dapat dicapai. 

Saya ingin kaya, butuh kaya, begitu pula kita semua, untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. semoga kaya kita positif, kaya kita bermanfaat, kaya kita memudahkan dan kaya kita tidak menimbulkan kesulitan di kemudian hari.

 

 

 

Quotes.

"kesuksesan terbesar adalah saat kita mampu membesarkan orang lain."- alitt susanto

"when you targeting to be the first, my focus is to always be the only one."- myself

"kesenangan berbeda dari kebahagiaan. senang bisa dibeli, bahagia diperjuangkan."- alit susanto

"if life were predictable it would cease to be life, and be without flavor."- eleanor roosevelt

"perencanaan tidak bisa dimulai dengan pemakluman, bahkan keengganan."- myself

images

loading ...