asa diantara pesta
Nov 08, 2023
392
jalan terjal bernama demokrasi
Seperti yang semua orang sudah bisa duga dan diskusikan, bahwa pesta demokrasi kali ini akan berjalan dengan kondisi yang hampir sama dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Bahwa Pemilu kali ini adalah tonggak dimulainya Pemilu Serentak, dan oleh karenanya pemilihan presiden/wakil presiden dipisahkan dengan pemilihan kepala daerah dan legislatif. Bahwa seluruh sumber daya baik panitia pemilu, kontestan pemilu dan pengawas pemilu akan terkonsentrasi pada satu waktu. Maka seluruh komponen bangsa sedang melakukan strategi wait and see sembari harap-harap cemas akan situasi yang terjadi.
Bagi pengusaha, para ahli strategi pemasaran mereka masing-masing sedang merumuskan formula terbaik untuk tetap mengambil posisi dan kesempatan namun dengan penuh kehati-hatian, dan bahkan cenderung menunda setiap kebijakan besar korporasi yang dapat berpotensi menggoyahkan fundamental. Setidaknya hal ini dapat digambarkan pada volatilitas angka Indeks Harga Saham Gabungan beberapa bulan belakangan ini. Meski bukan menjadi satu-satunya indikator, namun IHSG memberikan cukup informasi mengenai gambaran makro ekonomi terhadap calon investor, baik local maupun internasional.
Bagi masyarakat, baik itu pekerja sectoral, formal maupun informal, sedang berjuang keras mengamankan posisi ekonomi masing-masing. Hak dasar berupa pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari seperti pangan dan pendidikan menjadi faktor hitung utama diantara sandang, papan dan transportasi. Skala prioritas tentu berbeda diantara mereka yang mempunyai penghasilan tetap, dan mereka yang menggantungkan penghasilan dengan ketidakpastian. Ini tentu lebih berat lagi dirasakan oleh mereka yang terjerumus dalam jurang kemiskinan.
Bagi pemerintah, strategi IPOLEKSOSBUDHANKAM tidak bisa dinegosiasikan lagi dan harus dijalankan bersamaan untuk menjamin tetap terpenuhinya hajat hidup dasar warga negara dan laju gerak pembangunan nasional. Stabilitas politik, hukum dan keamanan perlu tetap dijaga dalam kondisi apapun, baik pada saat pra pelaksanaan, pelaksanaan dan terlebih pada saat pasca pelaksanaan. Ketiga hal tersebut merupakan prasyarat dan pondasi dasar yang diperlukan dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat meskipun hal tersebut intangible. Disisi lain, stabilitas ekonomi juga menjadi pekerjaan berat bagi seluruh pihak atas peran utamanya dalam menyokong pemenuhan kebutuhan dasar seluruh komponen warga. Hal ini dilihat dari stabilitas harga bahan pokok, ketersediaan stok di pasar serta rantai jalur distribusi barang yang semakin singkat untuk memotong ongkos produksi yang berkontribusi pada penetapan harga barang. Upaya perlindungan terhadap barang produksi domestik dan UMKM juga perlu terus ditingkatkan ditengah arus globalisasi dan kemudahan akses serta kecanggihan teknologi dan komunikasi yang ditawarkan. Hal ini untuk tetap menjamin agar tuan rumah tetap menjadi pemenang dibandingkan dengan tamu yang hilir mudik berganti. Sektor investasi juga perlu didorong untuk mewujudkan ekuilibrium antara kesempatan kerja yang tersedia dan potensi tenaga kerja yang dapat diserap. Pemerintah tentu perlu merumuskan formula yang Win-Win Solution diantara para pengusaha dan para pekerja. Kemudahan berusaha, rendahnya ongkos birokrasi serta jaminan atas iklim usaha menjadi salah satu prasyarat yang diperlukan oleh para investor dan calon investor. Pun begitu, komposisi diantara pengusaha nasional dan investor asing juga perlu berimbang. Berimbang merupakan penggambaran atau indikator yang pas namun bias dalam ukuran. Tidak ada angka pasti yang dapat ditawarkan atau diajukan oleh para pihak, namun kesempatan, keadilan dan perlakuan yang sama perlu digaransi. Sekali lagi dengan harapan agar pengusaha dalam negeri tidak hanya menjadi penonton atas pertunjukan yang seolah digelar dan dilakoni oleh pemodal dari luar negeri. Selain itu juga diperlukan adanya formulasi skema penggajian yang lugas serta perumusan upah minimum yang jelas, karena ia juga merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi. Selama ini masih sering ditemui upaya penyampaian ketidakpuasan atas sistem penggajian dan jaminan kesehatan serta keselamatan kerja dari para serikat pekerja. Hal ini tentu perlu disikapi dan direspon oleh kedua belah pihak, baik dari sisi pengusaha maupun pekerja mewujudkan titik temu instrumen dan komponen penghitungan gaji. Bahwa perlu dipisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan dibatasi oleh langit-langit, namun keinginan mengambil tempat di langit.
Pembangunan harmonisasi ditengah-tengah masyarakat juga tidak boleh ditinggalkan. Harmonisasi ini diperlukan diantara semangat dan tradisi ke-Timur-an kita yang menjunjung tinggi gotong royong. Disadari hal ini bukan sebuh pekerjaan yang mudah. Perbedaan generasi dengan segala perangkat yang menjadi alat bantu kehidupan, menghasilkan karakter dan sikap yang berdeda pula diantara generasi. Yang terbaru, generasi Z, dikenal karena karakter unik yang diidentifikasi atau mungkin lebih tepatnya disematkan oleh generasi lain kepadanya, yang sangat sulit dipahami atau didekati. Sikap mengambil jarak terhadap sosial dan komunitas, terlalu dini mengambil keputusan dan penilaian serta gaya yang dianggap serba instant gratification, tentu perlu dicermati dan ditangkap sebagai peluang yang harus digali pemanfaatannya kedepan. Hal ini untuk memastikan tetap berlangungnya seluruh sendi kehidupan dan perbaikan atas kehidupan itu sendiri. Oleh karenanya pengukuran atas kualitas kehidupan bermasyarakat diletakkan pada Indeks Pembangunan Manusia, Pendapatan per Kapita, Koefisien Gini dan Kerukunan Umat Beragama. Hal-hal yang menjangkau pada kebutuhan dasar hakikat manusia.
Kita tidak perlu menghujat atas strategi dan kebijakan lama yang telah bergulir. Kita hanya perlu melihatnya dari sisi yang berbeda. Menjadikannya sebagai alat ukur atas kondisi dasar sehingga tercipta ukuran dan tujuan mulia yang baru serta strategi yang perlu dikeluarkan sebagai penyempurna atas kondisi masa lalu dan harapan masa depan. Bahwa indikator-indikator yang ditetapkan sebagai alat bantu penyusunan strategi hendaknya juga bukan mimpi dan janji utopis belaka. Angka-angka yang ditawarkan semestinya juga bukan sebagai pemanis atau hanya dijadikan strategi semu penarik simpati yang akan sangat sulit atau menghasilkan kesulitan dalam mewujudkan hal dimaksud kemudian hari. Sekali lagi, agar kontestasi dan adu diskusi yang terjadi diarahkan pada perdebatan atas gagasan dan strategi yang ditawarkan, bukan atas profil dan identitas diri yang menyampaikan. Harapannya tentu pada akhirnya strategi, ide dan gagasan yang dihasilkan dapat saling melengkapi, bukan saling mengebiri. Sebagai penutup, semoga kita tidak terjebak pada kondisi dimana yang menjadi perhatian adalah mereka yang menggebu-gebu diantara mereka yang mendayu-dayu atau bahkan sosok lainnya yang hanya tersipu-sipu.
Quotes.
"ayah yang baik akan bodoh saat mengungkapkan cintanya."- hanung bramantyo
"orang besar membicarakan ide, orang kecil membicarakan orang lain."- habib husein jafar
"tidak apa-apa untuk jadi bukan siapa-siapa. setidaknya kita sudah jadi diri kita bagi kita sendiri."- myself
"pemenang adalah mereka yang berani berjuang dikerasnya hidup, bukan yang berani mati."- disarikan dari berbagai sumber
"jika kamu otentik, kamu tidak butuh sanad."- emha ainun nadjib
loading ...