article

arsip dan patriotisme digital

arsip dan patriotisme digital

Sep 06, 2023

408

upaya membangun, memelihara dan meningkatkan semangat patriotisme melalui storytelling arsip

images

Negara Kesatuan Republik Indonesia telah memasuki usia 78 tahun, melalui perjuangan dan pengorbanan yang tidak berujung. Apabila dianalogikan sebagai manusia, usia ini merupakan usia yang paripurna. Sebagai manusia, ia telah menjalani seluruh ujian kehidupan, pembelajaran, pencapaian dan barangkali kegagalan. Oleh karenanya pada masa ini, hari-harinya dihabiskan dengan membuka kembali memori peristiwa dan pengalaman yang telah dijalani sebelumnya untuk dihabiskan sendiri atau barangkali berbagi. Namun apabila ia diperlakukan sebagaimana negara lainnya, maka usianya masih sangat muda dan masih harus terus bertumbuh dengan segala peristiwa yang akan dialaminya.  

Menulis dan menyimpan terlihat sebagai pekerjaan mudah dan sederhana, namun sangat sulit dijalankan. Kedua hal tersebut berhubungan dengan kegiatan kearsipan, merekam peristiwa yang telah dijalankan, sebagai bukti atas pengalaman peristiwa dan kemungkinan akan digunakannya kembali dokumen tersebut pada waktu yang akan datang. Oleh karena itu, kearsipan memainkan peranan penting, terlebih bagi sebuah negara dalam menjalankan tugasnya, berkembang dan menuju cita-cita menjadi sebuah negara maju. 

Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, upaya mempertahankan semangat kemerdekaan dengan menjaga semangat persatuan dan kesatuan perlu terus ditingkatkan, terutama kepada generasi muda. Bonus demografi yang dialami oleh Indonesia, perlu dimanfaatkan dengan baik unutuk secara bersama mengantarkan negara berada di jajaran negara-negara maju sekaligus meningkatkan derajat kesejahteraan penduduk. Upaya ini dapat dilaksanakan melalui pemberian teladan dan inspirasi kepada kaum muda perihal kebesaran dan kehebatan tokoh-tokoh inspratif Indonesia baik di masa kemerdekaan maupun sebelumya. Dalam fase tersebut, kearsipan sangat berperan penting 

Ungkapan yang cukup populer, "Sejarah ditulis oleh pemenang", sudah lama dikenal luas. Ungkapan tersebut menyiratkan bahwa pihak yang memenangkan konflik atau peristiwa memiliki kuasa dalam menulis sejarah peristiwa dimaksud. Hal ini semata karena pihak pemenang memiliki akses yang lebih besar pada sumber daya dokumen, catatan, saksi mata dan hal lainnya yang digunakan untuk melegitimasi kemenangan dan mendeskriditkan atau bahkan menyalahkan pihak yang kalah 

Hal ini menyatakan bahwa arsip memiliki peran penting dalam proses penulisan sejarah, mencakup penyimpanan dokumen dan catatan penting yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupandokumendokumen dimaksud digunakan oleh sejarahwan dan penggiat sejarah untuk mengkaji berbagai peristiwa dan fenomena yang terjadi pada masa lampau. Arsip selayaknya dua sisi mata uang, tidak selalu bersifat objektif. Bias dapat terjadi, bergantung dari pihak yang melakukan pencatatan, pengumpulan dan penyimpanan. Oleh karenanya perlu hati-hati dan selalu melakukan tinjauan kritis atas informasi yang terkandung didalamnya 

Sejarah dan arsip memiliki hubungan yang sangat erat. Kumpulan dokumen berupa surat, laporan, jurnal, foto peristiwa dan benda lainnya dapat bernilai historis dan memberikan informasi mengenai berbagai tinjauan aspek kehidupan seperti politik, ekonomi, budaya, sosial dan teknologi. Sejarah dan arsip saling melengkapi. Arsip memberikan informasi yang dibutuhkan dalam menulis dan memahami sejarah, melalui pemahaman dan penggunaan yang efektif. Telah banyak contoh bagaimana arsip membantu para sejarahwan, penggiat sejarah bahkan para pembuat konten dalam menyajikan cerita, data dan fakta mengenai sejarah yang menimbulkan inspirasi dan teladan mengenai kehebatan para tokoh dan wilayah nusantara pada masa lampau untuk memantik semangat patriotisme dalam mewarnai perayaan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  

Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Situs berupa teras batu yang membentuk piramida teras mengarak ke puncak gunung tersebut ditemukan pada tahun Diperkirakan Situs Gunung Padang berusia sepuluh ribu tahun, lebih tua dari umur Macu Piccu (dibangun sekitar tahun 140) dan bahkan Piramida Giza (4.500 tahun)1. Hal ini yang membuat keyakinan bahwa peradaban pada masa Situs Gunung Padang, lebih maju dibandingkan pada masa pembangunan Piramid Giza. Bahkan beberapa artikel menyebutkan Indonesia diprediksikan merupakan wilayah dimana Atlantis diperkirakan berada, sebuah peradaban maju yang melampaui jamannya.  

Cerita lain datang dari Abad ke-16, tepatnya pada sekitar tahun 1549-1570-an. Salah satu fokus pembangunan Presiden Joko Widodo adalah doktrin yang dikenal dengan nama Poros Maritim. Indonesia, sebuah negara Kepulauan dengan dua per tiga wilayahnya berupa laut, maka salah satu strategi pembangunan juga diletakkan pada optimalisasi sumber daya yang berada di laut. Mungkin sekali doktrin tersebut diinspirasi oleh kisah Ratu Kalinyamat. Terlahir dengan nama Retna Kencana, anak ketiga dari Sultan Trenggono yang memerintah Demak sebagai Raja ketiga pada tahun antara 1546-1549. Retna Kencana menikah dengan Pangeran Hadiri yang berasal dari luar Jawa dan kemudian mendirikan wilayah kekuasaan bernama Kalinyamat di Jepara2. Sepeninggal kematian suaminya, beliau menggantikan peran sebagai penguasa Jepara dengan gelar Ratu Kalinyamat dan berkuasa selama kurang lebih 30 tahun. Selama berkuasa Ratu Kalinyamat berhasil membangun kekuatan militer laut dan mengembangkan potensi maritim yang berhasil mengantarkan Jepara menjadi kerajaan bahari dan disegani oleh rakyatnya. Ratu Kalinyamat dikenal sebagai pejuang anti penjajahan, khususnya Portugis. Beliau tercatat telah dua kali melancarkan serangan kepada Portugis dengan mengerahkan ratusan kapal yang berisi puluhan ribu pasukan. Meskipun tidak berhasil, namun semangat dan aksi beliau meninggalkan kesan yang mendalam bagi lawannya. Portugis bahkan menjuluki beliau sebagai rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame, yang berarti "Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani"3. 

Terakhir, selama ini tercatat ketahui bahwa manusia pertama yang mengelilingi dunia adalah Ferdinand Magellan, seorang bangsawan dan navigator ulung berasal dari Portugal. Namun pada sebuah siniar yang dipandu oleh Helmy Yahya, disampaikan bahwa manusia pertama yang berhasil mengelilingi dunia secara 360 derajat adalah seorang Enrique yang berasal dari Maluku pada sekitar tahun 1521, periode waktu yang  berdekatan dengan sejarah Ratu Kalinyamat. Hal ini berarti bahwa orang pertama yang mengelilingi dunia berasal dari Indonesia. Fakta tersebut direkam dalam buku berjudul "Pengeliling Bumi Pertama Adalah Orang Indonesia- Enrique Maluku"4. Enrique adalah budak yang direkrut oleh Magellan menjadi asisten sekaligus penerjemah bahasa atas kemampuannya berbahasa Portugis, Spanyol dan Melayu. Perjalanan Enrique dimulai dari Amboina, tanah kelahirannya pada 1503 saat berusia sepuluh tahun, menuju Malaka sebelum akhirnya dibawa menuju Eropa dan kemudian melanjutkan perjalanan mengelilingi dunia menuju tanah kelahirannya untuk berburu rempa-rempah seperti cengkeh dan biji pala pada tahun 1521. Ia terlebih dahulu menyelesaikan putaran 360 derajat mengelilingi dunia sebelum Elkana, seorang navigator asal Spanyol, melakukan hal serupa pada 6 September 1522. Magellan tidak berhasil menuntaskan hal tersebut akibat kematiannya pada sebuah pertempuran sengit di Mactan, Filipina pada 27 april 1521.  

Berdasarkan ketiga cerita tersebut, dapat dibayangkan betapa hebatnya nusantara dengan berbagai tokoh yang muncul di dalamnya sejak jaman dahulu. Selain itu juga dapat diambil pelajaran bahwa cerita tersebut didapatkan oleh karena pencatatan dan penyimpanan peristiwa yang rapih, dalam hal ini arsip yang optimal. Hal ini pula yang menunjukkan eratnya hubungan antara sejarah dan arsip. Pada irisan yang lebih mendalam, arsip dapat dimanfaatkan pada upaya-upaya meningkatkan kesadaran merawat nilai-nilai luhur bangsa, dalam hal ini Indonesia sejak jaman dahulu 

Kesadaran merawat nilai-nilai luhur adalah hal yang relevan diperlukan untuk tetap merawat persatuan, kesatuan dan kesantunan bangsa Indonesia dalam menjalankan roda pembangunan menuju negara maju. Nilai-nilai yang terkoneksi dengan moral seperti kejujuran, keadilan, perjuangan dan nasionalisme adalah kesadaran yang harus dijaga dan dilestarikan, berbaur dengan nilai-nilai budaya seperti adat istiadat, tradisi dan bahasa. Melalui arsip yang terdokumentasi dan terjaga dengan baik, dapat membantu dalam mempelajari dan menarik inspirasi dalam memahami bagaimana nilai-nilai luhur tersebut berkembang, berubah dari waktu ke waktu, dan berperan dalam peradaban dan kemajuan bangsa. Selain itu juga diperoleh pelajaran dari pengalaman masa lalu untuk membangun dan menciptakan masa depan yang lebih baik 

Di era kemajuan teknologi komunikasi dan arus informasi yang cepat serta ketergantungan pada sosial media, nilai-nilai luhur seperti kesetiakawanan, kesantunan, nasionalisme dan kerja keras dirasakan semakin luntur. Masyarakat, khususnya generasi muda, terjebak dalam hidup yang serba instan. Kemudahan seseorang untuk mencari dan menemukan sumber informasi cenderung berbanding lurus dengan kemudahan untuk memberikan judgement atau labelisasi berdasarkan perspektif pribadi yang belum diuji kebenarannya. Politik identitas dan kesukuan juga mempertajam kesenjangan sekaligus melebarkan perbedaan. Hal ini apabila tidak dilakukan mitigasi dan pencarian solusi akan mengarah pada perpecahan dan permusuhan. Sebuah kerugian bangsa diantara bonus demografi yang sedang dialami Indonesia dalam upaya memajukan bangsa dan masyaraat yang tinggal didalamnya 

Generasi muda sebagai modal utama diantara sumber daya lain yang dimiliki oleh sebuah negara harus mampu diarahkan dan dikelola menuju hal yang lebih positif. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan mengupayakan Revolusi Mental tetap berada pada jalur yang benar sesuai dengan cita-cita awal. Revolusi Mental dimaksud adalah mengkolaborasikan peluang kemajuan teknologi komunikasi, kemudahan mendapatkan akses informasi dan pengetahuan, dengan semangat perubahan menuju masa depan lebih baik namun dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa yang positif. Upaya Revolusi Mental perlu disesuaikan dengan perkembangan jaman dan kondisi lingkungan yang mempengaruhi. Usaha-usaha seperti menanamkan nilai-nilai Pancasila, semangat gotong royong, adat istiadat ke-Timur-an, perlu dilakukan dengan lebih modern.  

Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengkolaborasikan kemajuan dan upaya mempertahankan nilai-nilai luhur dalam memajukan bangsa adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi itu sendiri. Kecenderungan generasi muda meninggalkan budaya membaca dan menggantungkan informasi pada sosial media dalam genggaman telepon seluler, perlu ditangkap dan diolah menjadi peluang, bukan sebagai tantangan dan hal yang negatif. Apabila sosial media adalah senjata andalan mereka, maka yang perlu disiapkan adalah konten, informasi, moral story yang disajikan dalam bentuk yang dikenal oleh para generasi muda. Konten-konten media sosial yang menyajikan moral story atau kebajikan, inspirasi dan perjuangan telah ada dan disajikan bervariasi pada seluruh saluran sosial media saat ini. Oleh karenanya hal tersebut perlu dikuatkan dan dipertahankan untuk memupuk dan mempertahankan nilai-nilai moral positif bagi generasi muda. 

Quotes.

"arsitek tidak boleh mengerjakan tugas mandor, mandor tidak boleh mengerjakan tugas tukang, dan tukang jangan hanya diam menunggu perintah."- pandji pragiwaksono

"level tertinggi sebuah performa adalah yang berdasar testimoni, bukan deklarasi."- myself

"saya tidak pernah melihat apa yang telah dilakukan. saya hanya melihat apa yang masih harus dilakukan."- marie curie

"lingkaran setan hanya dapat diakhiri dengan cara mengingkari-nya."- guru gembul

"pertanyaan paling susah dijawab adalah apa kabar. berbohong menyenangkan orang tapi menyakitkan diri, jujur melegakan diri namun merepotkan orang."- disarikan dari berbagai sumber

images

loading ...